Wednesday, May 30, 2012

Perkembangan Tingkat Suku Bunga Deposito Untuk Jangka Waktu 6 Bulan dari Tahun 2006-2010




Berdasarkan data dari tabel dan gambar grafik di atas dapat kita lihat bahwa tingkat suku bunga deposito BPD pada umumnya adalah yang tertinggi dibandingkan dengan beberapa bank lain seperti BUMN, JN dan BUSN. Suku bunga deposito tahun 2006 dan 2008 memiliki nilai tertinggi (dengan kisaran nilai yang sama pada suku bunga 10%) dibandingkan pada tahun 2007, 2009 dan 2010.Suku bunga deposito pada tahun 2006 dan 2008 tersebut berada pada kisaran nilai 10%. 



 Inflasi merupakan salah satu dampak dari terjadinya krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda suatu negara. Inflasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan hargaharga secara tajam (absolute) yang berlangsung secara terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama yang diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil (intrinsik) mata uang suatu negara.

Pada sekitar pertengahan tahun 2008, permasalahan inflasi semakin mencuat karena tingkat inflasi sudah mencapai angka dua digit yaitu sekitar 11,05 persen. Perbedaaan tingkat suku bunga yang cukup besar yang terjadi pada periode setelah krisis. Krisis yang demikian ini akan mengakibatkan beban hutang perusahaan terutama hutang-hutang dalam mata uang asing yang pembiayaannya tergantung dari bank menjadi besar karena bank sendiri mengalami kesulitan menyediakan likuiditas operasional sehari-hari. Akibat lebih lanjut, timbul Non Performing Loans (NPL) atau kredit macet yang secara langsung dan tidak langsung akan mengganggu (dalam jumlah yang besar bahkan akan menghentikan) operasional bank. 

Tingginya angka NPL secara langsung akan menyebabkan turunnya kualitas aset pada neraca perbankan, disamping bertambahnya beban perbankan untuk menyisihkan dananya sebagai dana cadangan penghapusan kredit macet (allowance for doubtfull account). 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi inflasi adalah dengan menekan uang beredar. Efek dari kebijakan ini, bank-bank swasta maupun bank-bank pemerintah berlomba-lomba menaikkan suku bunga. Bunga yang diberikan oleh bank pada masyarakat merupakan daya tarik yang utama bagi masyarakat untuk melakukan penyimpanan uangnya dibank, sedangkan bagi bank, semakin besar dana masyarakat yang bisa dihimpun, akan meningkatkan kemampuan bank untuk membiayai operasional aktivanya yang sebagian besar berupa pemberian kredit pada masyarakat.

Suku bunga yang tinggi akan mendorong investor untuk menanamkan dananya di bank daripada menginvestasikannya pada sektor produksi atau industri yang memiliki tingkat risiko lebih besar. Sehingga dengan demikian, tingkat inflasi dapat dikendalikan melalui kebijakan tingkat suku bunga.


Sumber : jurnal ekonomi dan bisnis





Friday, April 13, 2012

Masyarakat Harus Teliti dalam Memilih Bank

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, jumlah bank yang ada di Indonesia pada tahun 2005 mencapai 130 bank. Jumlah bank yang banyak menyebabkan tingkat persaingan di dunia perbankan sangat tinggi.

Berdasarkan laporan keuangan perbankan di Indonesia, laba perbankan dari tahun 2000 sampai tahun 2004 terus mengalami peningkatan, tetapi pada tahun 2005 laba perbankan secara umum mengalami penurunan sebesar 23.56 %.


Kenaikan kredit macet yang secara umum dialami oleh bank-bank di Indonesia dapat disebabkan oleh adanya penurunan kualitas kredit yang disebabkan oleh penurunan kondisi keuangan debitur, adanya keterlambatan pembayaran, dan buruknya prospek usaha yang dijalani oleh debitor. Meningkatnya nilai kredit macet merupakan salah satu dari keputusan manajerial yang harus diatasi oleh bank disamping pengambilan keputusan investasi dan keuangan.

Terjadinya penurunan laba dan kenaikan nilai kredit macet terutama bagi bank-bank yang telah go public, menuntut nasabah untuk dapat memilih bank yang dapat menjamin dana yang mereka simpan. Hal ini dikarenakan banyak kasus yang terjadi ketika bank mengalami masalah keuangan dan tidak dapat mengembalikan dana yang disimpan oleh nasabah mereka. Pengelolaan dana yang sebaik mungkin merupakan bentuk tanggung jawab suatu bank terhadap dana yang didapat dari nasabah dan investor.


Lembaga keuangan seperti bank juga dimonitor oleh nasabah dan para investornya, khususnya terhadap pengelolaan modal yang dimiliki. Oleh karena itu bank seharusnya menyediakan informasi yang memadai mengenai kondisi keuangan dan kegiatan operasional yang mereka lakukan. Adanya penyediaan informasi ini menggambarkan tanggung jawab atas penggunaan modal yang diberikan investor dan nasabah. Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan ketransparansian dan mencegah timbulnya masalah antara pihak bank dan pihak nasabah dan investor.





Jumlah Giro, Tabungan dan Deposito Masyarakat Mempengaruhi Jumlah Kredit

Dengan bertambahnya jumlah bank, persaingan untuk menarik dana dari masyarakat semakin meningkat. Semua berlomba untuk menar ik dana masyarakat sebanyak- banyaknya dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan baik untuk tujuan produktif maupun konsumtif. Karena bagi sebuah bank, dana merupakan darah dan persoalan paling utama, sehingga tanpa dana, bank tidak dapat berfungsi sama sekali.


Dana – dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank yang bisa mencapai 80% sampai dengan 90% dari seluruh dana yang dikelola oleh bank. Dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat biasanya disimpan dalam bentuk giro, deposito dan tabungan. Selain dari tiga macam bentuk simpanan dana pihak ketiga tersebut yaitu giro, deposito dan tabungan, masih terdapat beberapa macam dana pihak ketiga lainnya yang diterima bank.

Dari berbagai sumber dana yang berhasil dihimpun oleh bank, kemudian bank menyalurkannya kembali dana tersebut kepada masyarakat secara efektif dan efisien. Dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat sebagian besar dialokasikan untuk kredit. Karena kegiatan pemberian kredit merupakan rangkaian kegiatan utama suatu bank, dimana pemberian kredit adalah tulang punggung kegiatan perbankan.

Bila kita perhatikan neraca bank, akan terlihat oleh kita bahwa sisi aktiva bank akan didominasi oleh besarnya jumlah kredit yang diberikan, sedangkan bila kita perhatikan pula laporan Laba Rugi bank, akan terlihat oleh kita bahwa sisi pendapatan bank akan didominasi oleh besarnya pendapatan dari bunga dan provisi kredit. Ini dikarenakan aktivitas bank yang terbanyak akan berkaitan erat secara langsung ataupun tidak langsung dengan kegiatan perkreditan. Karena hampir semua kegiatan perekonomian masyarakat membutuhkan bank dengan fasilitas kreditnya, dimana dengan melalui pemberian kredit pula akan banyak usaha pembayaran nasabah melalui rekeningnya sehingga tujuan dari pemberian kredit selain untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pemberian kredit tersebut.



Sumber dan Penggunaan Dana Bank

Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung.oleh karena itu pemiliha sumber dana harus dilakukan secara tepat.


Jenis sumber-sumber dana bank tersebut :
•Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
•Dana yang berasal dari masyarakat luas
•Dana yang bersumber dari lembaga lain


Dana yang bersumber dari bank itu sendiri

Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) maksudnya adalah dana yang diperoleh dari dana bank salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank atau pemilik saham.

Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari :
1. Setoran modal dari pemegang saham.
Dalam hal ini pemilik saham lama dapat menyetor dana tambahan atau membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan.

2. Cadangan-cadangan bank.
Maksudnya ada cadangan-cadangan laba pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya. Cadangan ini sengaja disediakan untuk mengantisipasi laba tahun yang akan datang.

3. Laba bank yang belum dibagi.
Merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun
yang bersangkutan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk
sementara waktu.

Dana yang berasal dari masyarakat luas

Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapun Dana masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha, yang diperoleh dari bank dengan menggunakan berbagai instrumen produk simpanan yang dimiliki oleh bank.


Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis simpanan (rekening). Masing-masing jenis simpanan memiliki keunggulan tersendiri, sehingga bank harus pandai dalam menyiasati pemilihan sumber dana. Sumber dana yang dimaksud adalah:

1. Simpanan giro
2. Simpanan tabungan
3. Simpanan deposito


Dana yang bersumber dari lembaga lain

Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:

1. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.

2. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya.

3. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.

4. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.




Thursday, April 12, 2012

Bank

PENGERTIAN BANK

Bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masayarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan / atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Perbankan : segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahaanya.

Asas, Fungsi dan Tujuan Perbankan (UU no. 10 th 1998)

Asas
Perbankan Indonesia dalam melaksanakan kegitannya berasaskan
demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian (prudential).
Fungsi
Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana
masyarakat.
Tujuan
Perbankan Indonesia bertujuan menunjnag pelaksanaan pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertubuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.


JENIS-JENIS BANK

Dalam prakteknya bank dibagi dalam beberapa jenis. Perbedaan jenis bank dapat dilihat dari segi fungsi, serta kepemilikannya.

Dilihat dari segi fungsinya, bank dibedakan berdasarkan luasnya kegiatan atau jumlah produk yang dapat ditawarkan serta jangkauan wilayah operasinya.

1.Bank Sentral, merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu negara. Disetiap negara hanya ada satu bank sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya.
2.Bank Umum, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secdara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
3.Bank Perkreditan Rakyat, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.


Dilihat dari segi caranya menetukan harga, baik harga jual maupun harga beli:

Bank berdasarkan prinsip konvensional (Barat)
Bank berdasarkan prinsip Syariah(Islam)

Thursday, March 8, 2012

Proposal Riset ; Spesialisasi Produksi Menentukan Daya Saing Ekspor di Pasar Dunia

Disusun Oleh :
ANANGGADIPA ABHIMANTRA (20210640)
SIGIT SATRIA (26210544)
SMAK 04



I.JUDUL PENELITIAN

Spesialisasi Produksi Menentukan Daya Saing Ekspor di Pasar Dunia


II.LATAR BELAKANG

Terwujudnya spesialisasi yang tinggi merupakan ciri penting suatu perekonomian modern. Terdapat kaitan yang erat antara perkembangan ekonomi dan spesialisasi dimana semakin tinggi perkembangan ekonomi, semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Sebaliknya tanpa spesialisasi suatu perekonomian tidak dapat mencapai perkembangan yang tinggi.

Dahulu, setiap negara berusaha memenuhi kebutuhan konsumsi rakyatnya dengan memproduksi semua kebutuhannya sendiri. Namun semakin berkembangnya perekonomian membuat corak kegiatan ekonomi tidak lagi seperti itu. Setiap negara tidak lagi menghasilkan semua barang dan jasa yang diperlukannya tetapi mengkhususkan kepada menghasilkan barang atau jasa yang dapat disediakannya dengan lebih efisien. Dengan adanya spesialisasi produksi, maka masing – masing negara akan melakukan pertukaran barang antar negara karena mereka masing – masing tidak memproduksi semua kebutuhannya.

Suatu negara yang menghasilkan barang paling efisien akan memiliki comperative dan competitive advantage yang kuat sehingga akan menguasai pasar dengan menjual barang lebih banyak dibanding pesaing lainnya. Hal ini akan membuat pemimpin pasar ini memiliki profit yang lebih tinggi.


III.BATASAN MASALAH

Penulis membatasi pembahasan masalah pada spesialisasi produksi di negara Malaysia khususnya produk Electrical and Electronic (E&E).

IV.PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka penulis menetapkan perumusan masalah sebagai berikut :
•Apa alasan Malaysia memilih produk Electrical and Electronic (E&E) sebagai spesialisasi produksinya?
•Seberapa besar pengaruh spesialisasi produksi produk Electrical and Electronic (E&E) terhadap daya saing Malaysia pada pasar dunia?
•Metode apakah yang digunakan untuk menghitung besarnya tingkat ekspor Malaysia terhadap produk Electrical and Electronic (E&E)?


V.TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penelitian ini adalah :
•Untuk mengetahui alasan Malaysia memilih produk Electrical and Electronic (E&E) sebagai spesialisasi produksinya.
•Untuk mengetahui besarnya pengaruh spesialisasi produksi produk Electrical and Electronic (E&E) terhadap daya saing Malaysia pada pasar dunia.
•Untuk mengerahui metode yang digunakan untu menghitung besarnya tingkat ekspor Malaysia terhadap produk Electrical and Electronic (E&E).


VI.RISET TERDAHULU

Beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis seberapa luas tingkat daya saing ekspor antara Negara Malaysia dan Negara-negara lainnya di dunia adalah CMS (Constant Market Share) dan RCA (Revealed Competitive Advantage). Metode ini dapat mengukur perubahan yang terjadi pada keunggulan komparatif yang dimiliki Malaysia sebagai Negara pengekspor produk E&E sebagai konsekuensi karena adanya keunggulan keunggulan kompetitif yang juga dimiliki produk E&E tersebut.

Produk Malaysia E&E ( Electrical and Electronic) mempunyai banyak ragam produk turunan seperti produk telekomunikasi dan computer. Kemunculan Negara-negara pesaing seperti China dan Negara ASEAN dapat meningkatkan daya saing produk E&E tersebut. Karena produk ekspor utama Malaysia tidak hanya pada produk E&E, tetapi masih ada yang lainnya seperti minyak kelapa sawit, cokelat dan karet yang juga merupakan komoditas ekspor utama Malaysia.


VII.LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

Kondisi persaingan barang ekspor di pasar dunia menuntut masing-masing negara agar dapat lebih cermat dalam menempatkan produk andalannya di pasar dunia. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan diri di tengah ketatnya persaingan, salah satunya dengan menetapkan spesialisasi produksi. Sebaiknya setiap negara memiliki spesialisasi produksinya, agar negara tersebut bisa berfokus pada produk yang menjadi spesialisasinya tersebut. Hal tersebut akan mendorong negara untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang mereka miliki untuk diolah menjadi suatu produk dengan kualitas tinggi oleh sumber daya manusia yang kompeten pula.

Melalui spesialisasi produk, maka terciptalah produk dengan kualitas tinggi bahkan terbaik diantara negara-negara pesaing lainnya. Akan lebih baik jika produk tersebut memiliki harga yang bersaing pula. Dengan demikian produk yang dihasilkan oleh negara tersebut akan menjadi pilihan utama bagi konsumen dari berbagai negara, meskipun banyak negara lain yang memproduksi produk serupa. Hal terpenting untuk tetap bisa unggul di pasar dunia adalah menarik minat konsumen dengan keunggulan kualitas, serta menjaga kepercayaan konsumen dengan mempertahankan kualitasnya. Dapat disimpulkan bahwa spesialisasi produksi yang ditetapkan oleh suatu negara berpengaruh terhadap daya saing produk tersebut di pasar dunia.


VIII.HIPOTESIS PENELITIAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan spesialisasi produksi maka akan berpengaruh terhadap daya saing di pasar dunia. Hal ini nampak pada contoh kasus Malaysia menguasai persaingan ekspor produk E&E. Kondisi tersebut terjadi karena Malaysia menetapkan produk E&E sebagai spesialisasi produksi di negaranya. Hal ini mendorong Malaysia untuk berfokus kepada produksi dan pengembangan produk E&E. Sehingga kualitas dari produk E&E yang dihasilkan oleh Malaysia unggul diantara negara – negara eksportir lainnya dan menjadi pilihan utama konsumen hampir di seluruh dunia.


IX.METODE PENELITIAN

Metode penelitian menggunakan data sekunder dengan menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai situasi yang terjadi dengan cara mempelajari jurnal Export Competitiveness Of Malaysia Electrical And Electronic (E&E) Product: Impact Of Emerging China dan The Discovery Of Comparative yang kemudian menggunakan analisa secara kuantitatif yang pada akhirnya menarik kesimpulan berdasarkan hasil dari pengolahan data tersebut.

Sunday, March 4, 2012

Ringkasan Jurnal

Ananggadipa Abhimantra (20210640)
Sigit Satria (26210544)
SMAK04

RINGKASAN JURNAL : THE DISCOVERY OF COMPARATIVE
ADVANTAGE

Suatu negara akan cenderung untuk mengkhususkan diri atau melakukan spesialisasi dalam melakukan produksi serta ekspor barang karena dengan melakukan hal demikian maka negara tersebut dapat memenuhi kebutuhannya atau bahkan bisa memperoleh keuntungan jika barang yang di impor dari negara lain dapat diperoleh lebih murah dibandingkan jika harus memproduksi sendiri barang komoditi tersebut.
Spesialisasi akan produksi suatu barang komoditi akan membuat suatu negara memiliki keunggulan komperatif dibandingkan negara lainnya. Keunggulan komperatif yang dimiliki masing – masing negara akan menyebabkan terjadinya pertukaran komoditi untuk memenuhi kebutuhan masing – masing negara yang tidak dapat dihasilkan oleh negara itu sendiri.




Apabila dalam suatu perdagangan terjadi kondisi seperti yang terjadi di table di atas, maka tidak terjadi pertukaran barang komoditi. Hal ini disebabkan karena Inggris tidak memiliki keunggulan komperatif dibandingkan dengan Polandia. Di Polandia membutuhkan 100 hari untuk menghasilkan jagung, kemudian Inggris membutuhkan waktu 200 hari untuk menghasilkan jagung. Begitu juga untuk menghasilkan kain, Polandia hanya membutuhkan 100 hari, sedangkan Inggris membutuhkan waktu 150 hari. Oleh sebab itu, apabila Inggris cenderung untuk melakukan spesialisasi di satu komoditi dan akan membuat suatu keunggulan komparatif dari Polandia, maka akan terjadi sautu pertukan diantara kedua negara tersebut.

Jadi, Spesialisasi dalam kegiatan produksi akan membuat negara memiliki keunggulan tersendiri bagi negara bersangkutan. Ketika negara tersebut melakukan pengkhusuan diri dalam memproduksi barang maka sumber daya yang dimiliki negara tersebut akan tercurah sebagian besar untuk produksi pada suatu jenis barang. Hal ini akan menyebabkan surplus dari barang tersebut sehingga memungkinkan negara tersebut melakukan ekspor ke negara lain yang membutuhkan barang tersebut. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak bisa dihasilkan didalam negeri, maka negara tersebut membutuhkan impor dari negara lain. Sehingga terjadilah pertukaran komoditi antar negara. Akan tetapi jika suatu negara tidak memiliki keunggulan komparatif maka akan sulit untuk terjadi pertukaran dengan negara lain.



RINGKASAN JURNAL : EXPORT COMPETITIVENESS OF MALAYSIAN ELECTRICAL AND ELECTRONIC (E&E) PRODUCT: IMPACT OF EMERGING CHINA



E&E, Electrical and Electronic adalah produk ekspor Malaysia yang memfokuskan kegiatan ekspornya pada semikonduktor, produk telekomunikasi, peralatan listrik, printed circuit board dan disk drive, printer dan PC. Studi mengenai tingkat persaingan Malaysia E&E tahun 1990-2004 dengan Negara-negara penguasa pasar dunia seperti USA, Singapura, Jepang dan Hongkong, menggunakan metode Constant Market Share (CMS) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Studi ini untuk mengetahui seberapa luas atau seberapa besar daya saing Malaysia dengan Negara-negara di dunia yang menjadi pesaing di bidang ekonomi, karena memang Malaysia adalah Negara yang mempunyai nilai kapasitas ekspor yang cukup tinggi selain ke empat Negara tadi.


Terjadinya keuntungan dan kerugian ekspor Malaysia E&E pada tahun 1990-1994, 1995-1999 dan 2000-2004 mengalami perubahan yang disebabkan oleh berbagai efek. Beberapa efek tersebut antara lain :

1.Structural Effect yang terdiri atas growth effect, market effect, commodity effect dan structural interaction effect.
2. Competitive Residual yang terdiri atas General Competitive Effect dan Specific Structural Effect
3. Second Order Effect yang terdiri atas Pure Second Order Effect dan Dynamic Structural Residual


Periode 1990-1994, ekspor Malaysia E&E sudah menunjukkan daya saing mereka yang berarti terjadi peningkatan nilai ekspor produk E&E yang disebabkan karena perubahan bentuk ekspor Malaysia menunjukkan interaksi yang menguntungkan terhadap pola permintaan pasar international. Efek competitive residual mempunyai peran utama terhadap peningkatan daya saing produk E&E tersebut.

Periode 1995-1999, efek struktural (Structural Effect) mempunyai pengaruh yang lebih dominan dari pada efek yang lain dalam menjelaskan perubahan pada nilai ekspor Malaysia. Pada periode ini Malaysia mulai mengkhususkan diri untuk mengekspor produk E&E yang memiliki tingkat keuntungan yang kompetitif, sehingga terjadi peningkatan permintaan produk E&E tertentu.

Periode 2000-2004, terjadi sedikit peningkatan terhadap semua efek yang mempengaruhi nilai ekspor tersebut. Oleh karena itu perubahan pada nilai ekspor sebagian hanya disumbangkan dari efek competitive residual tetapi yang lebih utama dari efek struktural, yaitu dari spesialisasi terhadap nilai tambah produk dan jumlah permintaan produk yang tinggi.